Judul Buku : Habis Gelap terbitlah Terang 

Penulis : Armijn Pane 

Penerbit : Balai Pustaka 

Tahun Terbit : 1972 

Kota Terbit : Jakarta 

Jumlah Halaman : 247 

Pengarang dan prestasi 


Habis Gelap terbitlah Terang adalah buku yang dapat memotivasi orang khususnya wanita untuk terus berkarya melalui kisah hidup Raden Ajeng Kartini. Buku ini berisi kisah Raden Ajeng Kartini mengirim surat kepada sahabat-sahabatnya yang tinggal di Belanda. Dalam surat tersebut, R.A Kartini menceritakan isi hati dan harapannya untuk dapat membebasakan kaum wanita dari penjara adat yang juga di deritanya. Buku ini ditulis oleh seorang sastrawan indonesia Pada tahun 1933 bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru yang mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra. Salah satu karya sastranya yang paling terkenal ialah novel Belenggu (1940).

Memaparkan kekhasan/ sosok pengarang


Armijn Pane adalah seorang sastrawan indonesia Pada tahun 1933 bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah dia mendirikan majalah Pujangga Baru yang mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra. Salah satu karya sastranya yang paling terkenal ialah novel Belenggu (1940).


Memperkenalkan penertbit


Siapa yang tak kenal dengan Balai Pustaka, sebuah media yang merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan milik negara yang menerbitkan kira-kira 350 judul buku per tahun yang meliputi kamus, buku referensi, keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan. Balai Pustaka didirikan dengan nama Commissie voor de Inlansche School en Volkslectuur (bahasa Belanda: "Komisi untuk Bacaan Rakyat") oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 14 September 1908. Kantoor voor de Volkslectuur atau lebih dikenal dengan nama "Balai Poestaka" pada tanggal 17 September 1917. 


Isi resensi


Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi yang mempunyai cita-cita besar dalam mewujudkan kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan. R.A Kartini ingin semua kalangan mendapatkan pendidikan karena pada saat itu terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan hanya boleh di rumah dan menunggu waktu mereka di lamar. 

Berbeda dengan lelaki yang bahkan mereka boleh poligami. Namun, karena Kartini adalah seorang wanita yang mempunyai empati tinggi dan beliau juga bisa merasakan penderitaan dirinya sendiri serta wanita-wanita lain di sekitarnya, Kartini mempunyai gagasan bagaimana caranya agar para wanita bisa bebas, bisa melanjutkan pendidikan, dan tidak ditindas. Berbagai usaha sudah beliau lakukan, termasuk yang diceritakan dalam buku ini adalah Kartini belajar berbagai bahasa asing sehingga beliau sering bertukar cerita lewat surat-surat yang beliau kirimkan kepada teman-temannya di berbagai negara. Dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini menunjukkan banyak surat yang Kartini kirimkan kepada teman-temannya di luar negerti, surat-surat ini berisi penuh cerita tentang kondisi Kartini di lingkungannya dan harapan Kartini bagaimana untuk kedepannya. 

Kartini sangat ingin melanjutkan studinya di luar negeri, banyak dari kalangan teman Raden Kartini yang membantu untuk mengusahakan supaya Raden dapat melanjutkan studinya disana, akan tetapi usaha mereka sia-sia dikarenakan raden ajeng kartini dipaksa menikah dengan Adipati yang dijodohkan oleh ayahnya. 

Usaha yang dilakukan oleh Kartini yang lainnya adalah setelah menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat yang merupakan bupati Rembang pada saat itu, Kartini mendirikan sekolah khusus wanita di daerahnya. Sekolah tersebut mempelajari tentang tata cara menjahit, memasak, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan wanita. Raden Ajeng Kartini tidak pernah patah semangat dengan apa yang telah diusahakannya, bahkan setelah menikah Raden Ajeng kartini tetap dapat berusaha untuk membantu membebaskan wanita untuk tetap menerima pendidikan yaitu dengan membuat sekolah khusus wanita di daerah yang di tempatinya sekarang. 

Raden Ajeng tutup usia pada umur 25 tahun tepat empat hari setelah melahirkan anak pertamanya pada tanggal 17 september 1904. Usaha kartini tetap terus berlanjut yang dilanjutkan oleh pahlawan-pahlawan wanita lain yatu sahabat Raden Ajeng Kartini. 
Keunggulan

Kelebihan dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah bahasanya yang mudah di pahami dengan ejaan dan diksi yang jelas. Yang juga tak lepas dari kelebihan buku ini adalah banyaknya unsur sejarah yang dibahas, Selain itu penjelasan dan penyampaian ceritanya sangat menarik dan menyentuh hati setiap pembacanya. Buku ini sangat mengispirasi banyak orang khusunya di kalangan wanita untuk bisa menjadi manusia yang lebih berjiwa optimis dan kepemimpinan.


Kelemahan


Di dalam buku ini saya menemukan banyak kata-kata yang bertele-tele sehingga pembaca terkadang sulit untuk mengetahui maksud dari penulis.


Kesimpulan 


Buku ini merupakan sebagai sarana penulis untuk memberikan pengetahuan dan wawasan perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita serta meningkatkan kedudukan wanita Indonesia kepada pembaca. Selain itu agar kaum wanita khusunya, dapat termotivasi untuk meningkatkan kualitas dirinya untuk menjadi sosok wanita yang tidak hanya terkungkum pada adat istiadat ataupun pekerjaan rumah tangga saja.


Saran untuk pembaca


Novel ini cocok bagi semua kalangan, baik para remaja, dewasa maupun orang tua. Dengan membaca novel ini dapat membuka wawasan kita dan juga dapat memotivasi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri kita melalui berbagai cara yaitu dengan meneladani para pahlawan agar dapat menjadikannya sebagai panutan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh : Suciati, 1406103020020.

Comments