PEMANFAATAN TEKA-TEKI MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KETAJAMAN INTELEKTUALITAS DAN PENALARAN MASYARAKAT

Oleh : Suciati 

ABSTRAK 

Pelajaran matematika di ruang-ruang kelas sejatinya dapat menjadi cikal bakal bagi pembentukan masyarakat maju. Dalam pembelajaran matematika guru tidak selayaknya hanya memberikan simbol-simbol abstrak dan teorema yang membosankan bagi sebagian besar siswa. Melalui penyampaian tujuan pembelajaran yang jelas dan pendekatan realistis matematika akan menjadi teman keseharian siswa, karena sekarang manusia tidak bisa lepas sama sekali dari angka, hitungan, dan logika. Pemahaman tentang nilai-nilai dalam pembelajaran matematika yang disampaikan para guru saat ini belum menyentuh ke seluruh aspek kehidupan, Melihat dari peranan matematika yang penting, seharusnya matematika dikuasai dalam berbagai aspek kehidupan oleh siswa dengan baik sehingga dalam penerapannya dalam kehidupan nyata lebih maksimal. Ada beberapa nilai yang dapat kita sampaikan ke siswa diantaranya: nilai praktis dan nilai guna,nilai kedisiplinan, nilai budaya, nilai sosial, nilai moral, nilai estetika, dan nilai hiburan. Pemanfaatan teka-teki matematika termasuk bagian dari nilai hiburan. Di dalam hiburan matematika memberikan suatu ragam peluang hiburan untuk mendewasakan orang sebagaimana anak-anak. Matematika menghibur orang lewat aneka puzzle, permainan, teka-teki, dan lain-lain. Pembelajaran matematika dengan memasukan unsur seni dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya teka-teki matematika. Unsur hiburan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi anak terhadap pelajaran matematika. Tulisan ini akan membahas mengenai pemanfaatan teka-teki matematika sebagai upaya membangun ketajaman intelektualitas dan penalaran masyarakat. Tulisan ini bersifat deskriptif yaitu deskriptif yang memusatkan perhatiannya pada prinsip umum.

PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang 


Pendidikan bukan hanya untuk di ketahui belaka melainkan dengan memahaminya lalu berusaha untuk menjalankan perosesnya berdasarkan apa yang memang tertuang dalam pengertian pendidikan tersebut. Kita terlalu sering melihat berbagai kejadian nyata yang mencoreng nama baik dari pendidikan tersebut mungkin salah satu penyebabnya adalah dikarenakan mereka tidak menguasai nilai-nilai apa yang di artikan dalam kata pendidikan itu sendiri. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional terus menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan. 

Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik. Hal ini dapat dilihat dari filosofi pendidikan yang intinya adalah untuk mengaktualisasikan tiga dimensi kemanusiaan paling mendasar, yakni: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan dan ketakwaan, etika dan estetika, serta akhlak mulia dan budi pekerti luhur; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali ilmu pengetahuan dan mengembangkan serta menguasai teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan ketrampilan teknis dan kecakapan praktis (Depdiknas, 2005). 

Pelajaran matematika di ruang-ruang kelas sejatinya dapat menjadi cikal bakal bagi pembentukan masyarakat maju. Dalam pembelajaran matematika guru tidak selayaknya hanya memberikan simbol-simbol abstrak dan teorema yang membosankan bagi sebagian besar siswa. Melalui penyampaian tujuan pembelajaran yang jelas dan pendekatan realistis matematika akan menjadi teman keseharian siswa, karena sekarang manusia tidak bisa lepas sama sekali dari angka, hitungan, dan logika. 

Di luar ruang kelas sana, perkembangan bidang sains dan teknologi sangat cepat dan menakjubkan. Setiap orang yang diuntungkan dari fasilitas teknologi dan sains harus mengetahui paling tidak ‘sedikit’ matematika agar berhasil dan baik dalam menggunakannya. Oleh karena itu, matematika tidaklah layak hanya diperlakukan sebagai disiplin ilmu di dalam ruang-ruang kelas saja seperti yang terasa kini. 

Patut disayangkan selama ini pemahaman tentang nilai-nilai dalam pembelajaran matematika yang disampaikan para guru belum menyentuh ke seluruh aspek yang mungkin. Matematika hanya dikenal sebagai tools untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam dunia sains, baik eksakta maupun non eksakta. Memang matematika adalah bahasa artifisial yang berbeda dengan bahasa verbal biasa. Tuntutan agar siswa mampu menguasainya dan menjadi syarat kelulusan ujian nasional menjadikan matematika adalah beban bagi banyak siswa di sekolah-sekolah. 

Jika guru sering memaparkan dan menggali nilai-nilai matematika dalam pembelajaran, maka motivasi siswa akan terus tumbuh dan timbul ketertarikan pada matematika. Ada beberapa nilai yang dapat kita sampaikan ke siswa diantaranya: nilai praktis dan nilai guna,nilai kedisiplinan, nilai budaya, nilai sosial, nilai moral, nilai estetika, dan nilai hiburan. Pada tulisan kali ini penulis akan membahas mengenai pemanfaatan teka-teki matematika yang termasuk bagian dari nilai hiburan. 


METODE PENELITIAN 


Tulisan ini akan membahas mengenai pemanfaatan teka-teki matematika sebagai upaya membangun ketajaman intelektualitas dan penalaran masyarakat. Tulisan ini bersifat deskriptif yaitu deskriptif yang memusatkan perhatiannya pada prinsip umum .

PEMBAHASAN 


1. Pemanfaatan teka-teki matematika 


Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang dewasa ini mulai berkembang pesat baik materi maupun kegunaan dan sebuah mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Melihat dari peranan matematika yang penting, seharusnya matematika merupakan mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa dengan baik sehingga prestasi belajar matematika baik. Kenyataan yang ada, objek matematika yang abstrak membuat para siswa begitu sulit mempelajari matematika. Hal ini menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. 

Rendahnya prestasi belajar disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor dari diri siswa maupun dari luar diri siswa. Beberapa faktor dari dalam diri siswa diantaranya karena kurangnya motivasi belajar, kurangnya konsentrasi dalam menerima materi pelajaran dikelas, kurang serius dan menganggap materi matematika itu sulit. 

Beberapa faktor dari luar siswa dipengaruhi oleh peran dan strategi guru dalam pembelajaran dikelas yang masih menggunakan pola konvensional, banyak didominasi oleh model ceramah yang disampaikan guru yang kurang memberi kesempatan siswa untuk ikut dalam pengalaman belajarnya, sehingga pembelajaran terkesan monoton dan membosankan. Pemanfaatan teka-teki matematika dalam pembelajaran yang terkesan seadanya bahkan kadang tidak ada sama sekali. Maka seharusnya diciptakanlah sebuah pembelajaran yang menyenangkan salah satunya dengan membuat sebuah permainan matematika. 

Permainan matematika adalah sesuatu kegiatan yang menyenangkan (menggembirakan) yang dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional dalam pengajaran matematika baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik”. (Ruseffendi, 2006: 312). Berdasarkan pernyataan tersebut, bahwa setiap permainan tidak bisa disebut permainan matematika. Karena permainan matematika bukan sekedar membuat siswa senang dan tertawa, tetapi harus menunjang tujuan instruksional pengajaran matematika baik aspek kognitif, afektif, maupun kognitif. Dimana aspek kognitif itu sendiri adalah segi kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaran atau pikiran. Menurut Bloom (dalam Dimyati dan Mudjiono, 1999: 298) 

2. Teka-teki Matematika 


Tujuan pendidikan matematika di sekolah lebih ditekankan pada penataan nalar, dasar pembentuk sikap, serta keterampilan dalam penerapan matematika. Untuk tercapainya tujuan tersebut, matematika itu dibutuhkan berbagai pendekatan dengan memasukkan unsur hiburan dalam pembelajaran. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembelajaran matematika dapat menggunakan pendekatan unsur hiburan, karena matematika itu adalah seni. 

Di dalam hiburan matematika memberikan suatu ragam peluang hiburan untuk mendewasakan orang sebagaimana anak-anak. Matematika menghibur orang lewat aneka puzzle, permainan, teka-teki, dan lain-lain. Pembelajaran matematika dengan memasukan unsur seni dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya teka-teki matematika. Unsur hiburan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi anak terhadap pelajaran matematika. 

Arti penting dari jenis rekreasi matematis adalah ia memampukan seseorang membangun imajinasinya, menajamkan intelektualitasnya dan mengukir rasa puas pada pikirannya. Otak manusia adalah sebuah organ yang makin baik dengan berlatih. Studi matematika dengan begitu memberikan latihan yang cukup bagi otak seseorang. Untuk beberapa praktisi matematik, kesenangan harian menguraikan hubungan matematis yang aneh selalu menjadi hal yang menghibur. Teka-teki matematika sangat bervariasi macam dan kegunaannya, penulis mendeskripsikan sebagian teka-teki matematika, diantaranya : 

1. Sudoku 


Permainan yang sederhana ini mulai dipopulerkan oleh sebuah perusahaan jepang, Nikoli pada tahun 1985. Permainan ini adalah teka-teki sederhana yang mungkin tidak melibatkan kemampuan bahasa, tetapi mencakup konsep-konsep dasar yang memberikan otak Anda latihan nyata, seperti probabilitas, logika, dan konsep matematika seperti teori induksi, menetapkan teori, dan aljabar Boolean. 

Manfaat dari bermain teka-teki Sudoku ini banyak sekali diantaranya : Mengasah otak dan meningkatkan daya ingat, Melatih konsentrasi dan ketelitian terhadap suatu hal yang dihadapi, Melatih kesabaran dan ketekunan dalam menyelesaikan masalah, Mengembangkan cara berpikir dan nalar yang benar sesuai dengan logika, Mempertajam analisis dalam menyelesaikan suatu masalah, Melatih kecepatan berpikir terutama ketika kita harus mengambil solusi dari suatu masalah Mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis dan pertimbangan-pertimbangan. 

Cara memecahkan teka-teki Sudoku: 

a) Periksalah baris, kolom, dan blok untuk memecahkan teka-teki 

b) kemudian carilah definite(angka yang pasti sudah ada di tempat itu), lakukan hal yang sama sampai angka 9. 

c) Mulai dari kotak angka 1, tarik garis-garis khayalan dari kotak itu melewati kotak-kotak lain sesuai baris dan kolom dari kotak tersebut. Ketika hanya ada satu kotak yang tersisa dalam blok 3x3, Anda tahu bahwa itu adalah definite (lihat gambar 1 dan 2). 

d) Karena Anda telah mengisikan beberapa angka, hal ini seharusnya akan membantu mendapatkan angka-angka lain yang sebelumnya memiliki lebih dari 1 kemungkinan. 

e) Lihatlah kembali jika mengalami kemacetan, sebagai contoh, pada gambar 1, semua kotak kosong memiliki angka yang mungkin bisa berada di sana. Masukkan angka-angka ini. Jika ada angka 1 lain di baris atau kolom dalam kotak tersebut, Anda tahu bahwa angka 1 tidak mungkin berada di kotak itu. 

2. 2048 


2048 adalah sebuah game puzzle onlineyang dibuat oleh Gabriele Cirulli , berbakat pria Italia muda (19 tahun). Versi permainan ini telah dirilis pada tahun 2014 oleh Gabriele di Twitter-nya . 

Manfaat dari bermain teka-teki Sudoku ini banyak sekali diantaranya : Merangsang logika anak dengan cara yang menyenangkan, Mengasah otak, Mengembangkan cara berpikir dan nalar yang benar sesuai dengan logika, Mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis dan pertimbangan-pertimbangan. 

Cara bermain teka-teki 2048 adalah : 

a) Tujuan dari permainan ini adalah untuk menggabungkan angka bersama (kekuasaan 2) dalam rangka mencapai ubin '2048 akhir dan memenangkan pertandingan! 

b) The 2048 area permainan adalah grid 4x4 dengan 16 slot kuadrat. Pada awal permainan, Anda memiliki dua kotak (juga disebut «ubin») dengan '2 'nomor dalam. 

c) Ketika Anda membuat 2 ubin dengan nomor yang sama di dalam bergabung, mereka bergabung menjadi yang baru dengan nomor yang penambahan 2 sebelumnya satu : 2 +2 = 4, 4 +4 = 8, ... 1024 1024 = 2048 ! 

d) Untuk memindahkan ubin di grid, Anda hanya perlu memilih arah (atas, kanan, bawah atau kiri) . Semua ubin bergerak ke arah yang dipilih, sampai mereka bergabung dengan ubin yang memiliki nomor yang sama atau diblokir oleh ubin dengan nomor yang berbeda. 

e) Pada komputer, cukup gunakan 4 panah keyboard . Pada perangkat mobile dengan antarmuka sentuh (seperti iOS atau perangkat Android) , menggesek dengan jari Anda ke arah yang diinginkan. 

3. Target Number 


Konsep-konsep matematika: penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, kekuatan dan akar, faktorial, pemikiran multi-langkah 

Peralatan: deck kartu matematika, pensil dan kertas corat, timer (opsional) 

Manfaat dari bermain teka-teki ini adalah : meningkatkan cara berpikir kritis, mening katkan logika agar berjalan dengan baik, menyampaikan pendapat, walaupun kadangkala pendapat itu salah. 

Cara bermain : 

a) Semua pemain harus setuju pada sejumlah Target untuk permainan. 

b) Cobalah untuk memilih nomor yang memiliki beberapa faktor, yang berarti akan ada berbagai cara untuk membuatnya. misalnya saya memilih dengan target 24. 

c) Mengocok dek, dan kesepakatan empat kartu menghadap ke bawah ke setiap pemain. (Untuk angka target yang lebih besar, seperti 48 atau 100, berurusan lima atau enam kartu ke setiap pemain). 

d) Para pemain harus membalikkan kartu sampai semua orang sudah siap. Mengatur sisa dek ke satu sisi. 

e) Semua pemain mengambil dan melihat kartu. 

f) Masing-masing pemain mencoba untuk menggabungkan semua nomor empat di tangan-nya untuk membuat sejumlah target. 

g) Pemain dapat menambah, mengurangi, mengalikan, atau membagi angka-angka dalam urutan apapun,tetapi mereka tidak dapat menempatkan dua kartu bersama-sama untuk membuat nomor dua-digit. 

h) Dengan siswa yang lebih tua, memungkinkan menggunakan satu kartu sebagai eksponen lain. Factorials dan fungsi akar kuadrat juga dapat membantu untuk membumbui permainan. 

i) Setiap kartu dapat digunakan hanya sekali dalam perhitungan. Misalnya, jika jumlah target adalah 24, dan kau berurusan 4, 3, 7 dan 9, Anda dapat mencoba: (9 × 3)-7 + 4 = 24 atau (9-7) × 3 × 4 = 24 tetapi tidak (9 ÷ 3) × 4 = 24, yang mengabaikan kartu 7. 

j) Jika setelah beberapa menit, semua pemain merasa buntu, penjaga harus memberikan masing-masing pemain satu kartu lagi. Kemudian para pemain dapa tmenggunakan semua lima kartu di tangan mereka atau memilih kombinasi dari empat kartu. 

Cara mengakhiri game : 

Ketika Anda mencari cara untuk membuat jumlah target, letakkan kartumu di atas meja , kemudian jelaskan perhitungan Anda sehingga pemain lain dapat memeriksanya. 

Pemain pertama yang membuat jumlah target, menggunakan setidaknya empat kartu dalam perhitungan hokum aritmatika, adalah pemenang nya. Bermain beberapa tangan, mencetak satu poin per tangan, dan pemain pertama yang mencetak enam poin memenangkan permainan. 

3. Membangun intelektualitas 


Kecerdasan intelektual atau yang biasa disebut dengan IQ merupakan kecerdasan yang dibangun oleh otak kiri. Kecerdasan ini mencakup kecerdasan linear, matematik, dan logis sistematis. Kecerdasan ini menghasilkan pola pikir yang berdasarkan logika, tepat, akurat, dan dapat dipercaya. Orang dengan kecerdasan ini akan mampu memiliki analisis yang tajam. 

Kemampuan berpikir dapat dilatih melalui latihan bernalar, mencipta, memecahkan masalah, membangun dan menerapkan. Aspek intelektual dalam belajar akan terlatih jika seseorang dilibatkan dalam aktivitas memecahkan masalah, menganalisa pengalaman, mengerjakan perencanaan strategis, melukiskan gagasan kreatif dan menyaring informasi, menemukan pertanyaan, menerapkan gagasan baru, sehingga kita bisa mengarahkan dan meningkatkan intensitas proses berpikir demi tercapainya kemampuan pemahaman yang maksimal yang berguna bagi masyarakat. 

Kecerdasan intelektual juga berguna untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan, makna, rencana, dan nilai dalam kehidupan masyarakat. Serta juga dalam bermasyarakat haruslah menggunakan kemampuan berpikir dengan melalui nalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, memecahkan masalah, guna untuk meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Proses ini tentu tidak berjalan dengan sendirinya, ia dibantu oleh banyak faktor pembentuk, salah satunya dengan sering melatih otak untuk bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, dan memecahkan masalah. Seperti yang sudah di paparkan di atas pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan bahwasannya melalui menyelesaikan soal teka-teki matematika maka kita dapat membangun intelektualitas seseorang. 

4. Manfaat penalaran matematika dalam masyarakat 


Cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah. 

Cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalau “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikir bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudah agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional. 

Belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Saat mengerjakan soal matematika kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebaganya. jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya. 

Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada lamgkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya, tentu terasa puas dan bangga. Begitulah hidup kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis. 

Yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak penerapan matematika dalam kehidupan nyata. tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika. 

KESIMPULAN 


Pemahaman tentang nilai-nilai dalam pembelajaran matematika yang disampaikan para guru saat ini belum menyentuh ke seluruh aspek kehidupan, Melihat dari peranan matematika yang penting, seharusnya matematika dikuasai dalam berbagai aspek kehidupan oleh siswa dengan baik sehingga dalam penerapannya dalam kehidupan nyata lebih maksimal. Ada beberapa nilai yang dapat kita sampaikan ke siswa diantaranya: nilai praktis dan nilai guna,nilai kedisiplinan, nilai budaya, nilai sosial, nilai moral, nilai estetika, dan nilai hiburan. 

Pemanfaatan teka-teki matematika termasuk bagian dari nilai hiburan. Di dalam hiburan matematika memberikan suatu ragam peluang hiburan untuk mendewasakan orang sebagaimana anak-anak. Matematika menghibur orang lewat aneka puzzle, permainan, teka-teki, dan lain-lain. Pembelajaran matematika dengan memasukan unsur seni dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya teka-teki matematika. Unsur hiburan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi anak terhadap pelajaran matematika. 

Arti penting dari jenis rekreasi matematis adalah ia memampukan seseorang membangun imajinasinya, menajamkan intelektualitasnya dan mengukir rasa puas pada pikirannya. Otak manusia adalah sebuah organ yang makin baik dengan berlatih. Studi matematika dengan begitu memberikan latihan yang cukup bagi otak seseorang. Untuk beberapa praktisi matematik, kesenangan harian menguraikan hubungan matematis yang aneh selalu menjadi hal yang menghibur. 

Kecerdasan intelektual juga berguna untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan, makna, rencana, dan nilai dalam kehidupan masyarakat. Serta juga dalam bermasyarakat haruslah menggunakan kemampuan berpikir dengan melalui nalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, memecahkan masalah, guna untuk meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Proses ini tentu tidak berjalan dengan sendirinya, ia dibantu oleh banyak faktor pembentuk, salah satunya dengan sering melatih otak untuk bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, dan memecahkan masalah 

Daftar Pustaka 


Depdiknas, Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009, (Jakarta: Pusat Informasi dan Humas Depdiknas, 2005. 

Dimyati dan Mudjiono. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta 

Ruseffendi, E.T. (1979). Pengajaran Matematika Modern. Bandung: Tarsito. 



Comments