Judul Resensi : Meraih cinta sang Khalik
Judul Buku : Ayat-Ayat Cinta 2
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : 2015
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : vi + 698 hal
ISBN : 978-602-0822-15-0
Pengarang dan prestasi
Ayat-Ayat Cinta 2 adalah dakwah terbaik dalam bentuk kisah perjalanan cinta dan perjuangan sehari-hari fahri dan jutaan umat islam di barat , untuk menampilkan nilai islam yang luhur secara filosofi, dan logis pada paparan ilmiah. Buku ini ditulis oleh seorang sastrawan terkemuka, beliau juga dikenal sebagai sutradara, dai, dan penyair, Habiburrahman El Shirazy yang akrab disapa Kang Abik. Selain menulis, ia adalah dosen di STIQ An Nur Yogyakarta sekaligus ‘dosen terbang’ untuk memberikan kuliah di berbagai perguruan tinggi terkemuka di indonesia .
Membandingkan buku yang sejenis
Buku ini adalah novel terbaik yang pernah dibuat oleh kang abik, Muhammad Elevandi mengatakan hanya novelis visioner yang mengetahui kebutuhan zaman-lah yang mampu mencipta tokoh fahri dengan beragam tantangan dakwahnya. Pergulatan Intelektual, perjalanan global dan pergaulan internasional Kang Abik, membuatnya mampu menjawab berbagai isu islam kontemporer dalam bahasa sastra. Ayat-Ayat Cinta 2 bisa disebut bentuk terjemahan nyata konsep bagi seluruh alam. Muhammad Elevandi adalah seorang pakar kebijakan publik, alumnus Al Azhar University Mesir dan The University of Manchester, Inggris .
Memaparkan kekhasan/ sosok pengarang
Kang abik adalah novelis No. 1 Indonesia terkenal dengan kepiawaiannya dalam berdakwah melalui sebuah karya luar biasa. Banyak karya lain yang terkenal salah satunya adalah “ketika cinta bertasbih” , sebuah novel yang berisi kisah perjalanan tiga orang mahasiswa indonesia di kairo yang berjuang demi mendapatkan ilmu dengan menghadapi berbagai rintangan.
Memaparkan keunikan buku
Bukan seperti novel atau buku kebanyakan, Kang Abik selalu menyelipkan ilmu baik itu fiqih, sejarah, maupun pengetahuan ke-islaman didalam setiap karyanya. Dan tidak lupa, didalam kisah “Ayat-Ayat Cinta 2” kali ini, Kang Abik mengulas tentang bagaimana bersikap dengan tetangga (baik itu terhadap muslim maupun non-muslim), bersikap dermawan, saling menolong, hingga bersikap berbaik sangka terhadap Allah dan banyak lagi. Novel dengan penggambaran latar tempat yang sangat detail, membuat saya seolah hadir dalam buku ini. Kang Abik sangat kuat di bagian setting. Meskipun jumlah halaman pada buku ini sangat banyak tetapi pembaca tidak pernah merasa bosan karena alasan tersebut.
Memperkenalkan penertbit
Siapa yang tak kenal dengan Republika Penerbit, sebuah media yang menerbitkan berbagai novel best seller. Penerbit ini lahir pada tahun 2002 yang awalnya dimulai dari sebuah divisi penerbitan buku surat kabar ternama Harian Republika, lalu menjadi perusahaan penerbitan di Juni 2013 dengan nama PT Pustaka Abdi Bangsa dan Republika Penerbit sebagai nama brandnya. Pada tahun 2011, mereka meluncurkan brand Mahaka Publishing sebagai imprint Republika Penerbit. Dan, di tahun 2012, meluncurkan Republika Digital Publishing.
Isi resensi
Sebuah setting tempat di sebuah universitas ternama Edinburgh University menjadi halaman pembuka. Bangunan kuno, klasik, namun tampak begitu berkelas membuka kisah. Perjalanan hidup Fahri dalam novel ini berawal di kota tua Edinburgh. Di ibukota negara Skotlandia ini, Fahri menjalani hidupnya sebagai seorang dosen di The University of Edinburgh, juga mengurusi bisnis minimarket dan resto Agnina serta AFO boutique. Bisnis yang awalnya dimodali Aisha itu berkembang dengan sukses, kehidupan Fahri bergelimang harta kekayaan dan dia termasuk dosen yang disegani di University of Edinburgh. Dalam menjalani kesehariannya di Edinburgh, Fahri ditemani oleh Paman Hulusi.
Terkadang Fahri masih saja menangis saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Aisha. Kenyataan bahwa istri yang sangat dicintainya itu kini menghilang entah kemana, membuatnya hampir putus asa. Maka ia menghabiskan hari-harinya dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan, penelitian, mengajar, dan bisnis yang dulu dikelola berdua bersama Aisha.
Aisha menghilang dalam sebuah perjalanan ke Palestina bersama teman wanitanya, sedangkan teman Aisha ditemukan dalam keadaan sudah kehilangan nyawa dan kondisi tubuh yang mengenaskan dan sangat mungkin kondisi Aisha juga sama meski tubuhnya belum ditemukan saat ini. Sudah lebih dari dua tahun Fahri berduka dan tenggelam dalam usaha pencarian istri yang sanagat dicintainya itu. Ia pun pindah ke Edinburgh karena itulah kota yang sangat disukai Aisha di dataran Inggris. Dengan menyibukkan dirinya, ia berusaha menyingkirkan rasa sedihnya sekaligus memperbaiki citra Islam dan muslim . Ia berbuat baik pada tetangganya, menyebarkan ilmu agama pada berbagai pihak, dan membantu orang-orang yang butuh bantuannya tanpa memandang bulu.
Sampai suatu hari Fahri dipertemukan dengan seorang wanita muslim dengan wajah rusak. Fahri menolongnya dan demi keamanan wanita tersebut Fahri memintanya untuk tinggal di rumahnya selama mengurusi status kependudukan wanita tersebut. Wanita itu bernama Sabina. Namun belakangan hari Sabina begitu menunjukkan banyak kesamaan dengan Aisha. Dari mulai masakan, kepribadian, keilmuan hingga perhatiannya. Namun terlalu sulit untuk Fahri mempercayai kalo itu adapah Aisha, bukan hanya fisik yang berbeda, namun pita suara Sabina juga jauh berbeda dengan istrinya.
Dalam beberapa kesempatan Fahri dipertemukan dengan suasana akademik berupa debat terbuka. Dari mulai pembahasan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan hingga pembahasan mengenai teori bahwa semua agama sama. Fahri disana hadir untuk tidak diam, namun dengan keilmuannya ia menjabarkan bagaimana sebenarnya Islam memandang hal tersebut. Kefasihannya menjabarkan Islam membuatnya semakin terkenal hingga iapun ditawari untuk menjadi dosen di Oxford University.
Berbagai kegiatan menyibukkan dirinya, hingga sebuah pertanyaan mengusik datang dari berbagai pihak. Akankah ia membujang seumur hidup setelah ditinggal Aisha? Akankah ia bertemu dengan istrinya itu sekali lagi?. Ada tawaran dari salah satu gurunya untuk menikahi cucu sang guru tetapi dengan berbagai halangan, Fahri tidak jadi menikahinya. Kedekatan Fahri dengan keluarga Aisha akhirnya Fahri menikahi sepupu Aisha bernama Hulya. Meski awalnya sulit bagi Fahri namun akhirnya Fahri mampu menerima kehadiran Hulya dalam kehidupannya hingga ia memiliki seorang anak bernama Umar al Faruq.
Namun, kebahagiaan Fahri dan Hulya tak berlangsung lama. Sebuah peristiwa tragis merenggut kebahagiaan itu sekaligus membuka lembaran yang baru lagi dalam perjalanan hidup Fahri. Detik terakhir dalam hidupnya hulya mewasiatkan pada fahri bahwa dia ingin mentransplantasikan wajahnya kepada Sabina dan dia ingin fahri menikahi Sabina karena Sabina juga berperan besar dalam membesarkan Umar al Faruq.
Kemudian fahri pulang ke rumah untuk membersihkan kamar dia membaca sebuah diary Hulya , ternyata isi diary itu adalah hal-hal yang dianjurkan Sabina agar Fahri dapat mencintai Hulya. Dari surat itulah Fahri menyadari bahwa Sabina adalah Aisha untuk memastikan hal itu Fahri mendatangi rumah sakit dan melihat tanda lahir Aisha, Seketika terbukti bahwa Sabina memang Aisha.
Aisha bercerita bahwa wajahnya yang buruk rupa itu ia dapat karena ketika dia di palestina, dia menggosok wajahnya ke dinding tahanan agar tidak diperkosa oleh tentara zionis Israel. Mendengar penjelasan Aisha, Fahri menyesal saat itu karena lebih mementingkan ujian doktoral daripada menemani istrinya ke palestina.
Keunggulan
Disetiap novelnya, Kang Abik selalu membuat tokoh-tokohnya hidup dan ada dalam kehidupan pembaca. Yang juga tak lepas dari kelebihan novel ini adalah banyaknya unsur sejarah yang dibahas Kang Abik. Bahkan detail-detail kejadian sejarahnya begitu rapi diceritakan Misalkan ; sejarah kelompok Yahudi ekstrem (hal. 107-110). novel ini bukan hanya sekadar karya sastra, namun merupakan media dakwah Kang Abik untuk para pembacanya. Maka banyak sekali kita temui nasehat dan dakwah Islam di novel ini . novel ini juga sarat akan nasihat dan petuah-petuah Islam yang sangat pas untuk penyucian jiwa , misalnya : “Seandainya kita tidak mengenal Allah, lantas bagaimana kita dapat menyembah-Nya, memuji-Nya, dan meminta pertolongan kepada-Nya?” (hal. 147). Yang tak ketinggalan juga, bahwa Kang Abik selalu menampilkan bahasa-bahasa asing dalam novel ini.
Kelemahan
Di dalam buku ini saya menemukan ada kata yang ambigu dan tulisan yang salah ketik , seharusnya novel yang menjadi mega best seller ini tidak terjadi hal seperti ini.
Kesimpulan
Novel ini merupakan sebagai sarana penulis untuk menyampaikan dakwah melalui kisah cinta dan asmara yang benar-benar romantic juga menggugah dari kehidupan Fahri, yang mana fahri adalah sosok yang bermanfaat untuk umat tanpa mengesampingkan keluarga dan para karyawannya. Dan fahri juga selalu mengutamakan orang lain dalam kehidupannya tidak hanya dengan sesama muslim bahkan dengan non muslim . Dan juga kehidupan seorang fahri yang demikian takwanya pun tak lepas dari ujian rumah tangga tatkala kesetiaan cinta pada sang istri , fitrahnya sebagai laki-laki, dan cintanya pada pesan sang rasul menuai ujian. Kisah cinta yang dipenuhi kerinduan, kasih saying, yang dilandaskan pada keimanan kepada Allah. Alangkah indah ketika dua insan memadu kasih di bawah naungan cinta sang Pencipta, namun juga menjaga cinta itu tatkala cinta di uji dengan ujian yang begitu besar.
Semoga kita juga bisa seperti fahri dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, bertakwa, dan meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kita .
Saran untuk pembaca
Novel ini cocok bagi semua kalangan, baik para remaja, dewasa maupun orang tua. Dengan membaca novel ini dapat membuka wawasan kita dan juga dapat memotivasi kita untuk terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah melalui berbagai cara yaitu dengan berbuat baik kepada seluruh umat di dunia ini baik muslim maupun non muslim, ibadah tanpa henti dalam keseharian. Setiap kata di dalam buku ini sangat bermakna, banyak hadits-hadits tentang masalah yang sedang marak dilakukan dalam kehidupan sekarang ini.
Oleh : Suciati.

Comments
Post a Comment