Be Part of My Life
Awalnya aku sempat berpikir bahwa aku ini adalah orang yang kuat, karena sampai usia yang sudah terbilang dewasapun aku masih belum pernah pacaran. Tidak seperti teman-teman lain, kebanyakan mereka sudah berpacaran dari semenjak bangku SMP bahkan ada yang semenjak duduk dibangku SD. Tapi ternyata aku salah, aku adalah orang yang lemah, aku selalu menghindari masalah tersebut sehingga aku tidak paham betul apa yang sebenarnya terjadi. Hingga pada akhirnya aku harus jatuh tanpa bisa menolak ke dalam masalah ini dan aku larut dalam masalah ini selama beberapa waktu. Sampai akhirnya aku bisa kembali dari keterpurukan, ini juga bukan karena aku yang kuat. Tapi Allah yang membawaku kembali ke jalan kebenaran, Allah tunjukkan kepadaku berbagai kejadian yang membuatku sadar dan kembali ke jalan yang benar, kembali ke tujuan awal yaitu Allah.
Terbayang dan teringat semua hal yang terjadi beberapa bulan ke belakang kadang-kadang membuatku sedih dan tak habis berada dalam penyesalan. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun, karena aku percaya ini semua terjadi memang sudah Allah rencanakan, supaya aku bisa belajar dan bersyukur. Namun, sekarang aku mengerti bahwa hidup ini memang harus terjadi, tetap harus berlangsung. Kesedihan masa lalu kuanggap sebagai sejarah yang menguatkanku. Hal yang paling aku syukuri adalah ketika Allah masih menyayangi dan membawaku ke jalan yang benar lagi. Kita masing-masing punya dosa yang sangat kita sesali, aib yang darinya kita sembunyi, hal-hal memalukan yang terus menerus kita tutup-tutupi. Lalu kita berkata, "Andai kita bisa mengulang waktu, kita pastinya takkan mengulangi kesalahan yang sama". Itulah sesal, merasa hina, merasa malu. Hanya saja, tanpa bermaksud mengurangi salah. Bisa jadi semua itu adalah yang membuat kita lebih dewasa, membuat kita mampu menjalani hidup lebih baik.
Sebab hanya para pendosa yang tahu bagaimana sakitnya salah, bagaimana malunya terhina, seperti apa rasanya salah memilih dan keliru dalam amal. Kita tidak bisa melupakan hal-hal yang pernah terjadi. Akan tetapi hal tersebut harus kita jadikan pelajaran terbaik dalam hidup kita. Jadi, katakan pada masalah “hai masalah, be part of my life”. Karena sebaik-baik pendosa adalah yang menjadikan amal nista sebagai pengingat akan kemurahan Allah, yang telah menutupi dan memberi ampunan baginya. Merekalah yang tak henti mengemis pada Allah untuk bisa terus menutupi aibnya, terus memberikan ampunan baginya, sebab terlalu banyak salahnya. Bagaimanapun kita tak hanya bodoh di masa lalu, tapi juga bodoh saat ini, juga bodoh di masa depan. Karena itulah dosa bisa jadi kemarin, kini dan nanti.
Maka apa lagi yang lebih baik selain banyak belajar? Banyak mendekat pada ilmu? Mencoba mengamalkannya sedikit demi sedikit walau tertatih?. Sebab jika kita tak disibukkan dengan perkara kebaikan, kita pasti akan tersibukkan dengan perkara keburukan, manusia itu lemah adanya, selamanya. Gunakan masa lalu sebagai pengingat, untuk sekarang dan nanti, jadikan sebagai pelajaran untuk memilih amal yang kelak akan kita banggakan

Comments
Post a Comment